Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2011

Bawang Merah

Bawang Merah Kikis Kolesterol Jahat

Penulis: Lusia Kus Anna | Editor: Lusia Kus Anna
Jumat, 8 Oktober 2010 | 10:49 WIB
Dibaca: 8166
SHUTTERSTOCK
Pilih bawang yang keras dan kulitnya masih utuh.


HINGKONG, KOMPAS.com -
Di balik fungsinya yang lebih banyak sebagai bumbu masakan, ternyata bawang merah menyimpan potensi sebagai obat penurun kolesterol jahat (LDL), biang kerok penyakit jantung dan stroke.

Dalam penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Hongkong terhadap mencit, diketahui mencit yang diberikan bawang merah selama enam minggu, kadar kolesterol jahat (LDL) mereka turun, namun di saat yang sama kolesterol baik (HDL) tidak berkurang. Sebelumnya, mencit-mencit itu telah diberikan makanan tinggi kolesterol sehingga kadar kolesterolnya melonjak.

"Bawang merah memiliki interaksi dengan enzim tertentu yang memiliki mekanisme menurunkan kolesterol. Ini adalah studi pertama yang meneliti interaksi bawang merah dengan fungsi biologi tubuh," kata Zhen Yu Chen, peneliti dari Universitas Chinese di Hongkong.

Para peneliti selama ini memang lebih banyak meneliti khasiat bawang putih yang terbukti efektif mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung, dan juga influenza. Kita tunggu saja, penelitian lanjutan dari khasiat bawang merah
.

Sosor Bebek

Sosor Bebek Si Penyembuh Luka

Editor: Asep Candra

Encyclopedia of Life


JAKARTA, KOMPAS.com
— Selama ini tanaman sosor bebek lebih sering digunakan sebagai penghias halaman rumah. Namun, tanaman yang berasal dari Madagaskar ini ternyata juga berkhasiat obat. Ia bisa digunakan sebagai obat, baik obat luar maupun dalam.

Sosor bebek dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Kalanchoe pinnata Pers. Daunnya yang cukup tebal, selain banyak mengandung air, juga menyimpan berbagai bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan.

Sebuah situs kesehatan, National Center for Biotechnology Information, menyebutkan bahwabufadienolides yang terdapat pada sosor bebek bersifat antitumor.

Penelitian yang dilakukan oleh Supratman beserta rekan-rekan dari Divisi Biokimia Terapan Osaka Prefecture University di Sakai, Jepang, menunjukkan bahwa isolasi terhadap lima bufadienolides dari daun sosor bebek mempunyai efek menghambat pengaktifan antigen awal virus Epstein-Barr (EBV-EA) pada sel Raji yang disebabkan oleh tumor.

Selain bufadienolides, sosor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3-diarabinoside,dan kaempferol-3-glucoside. Kandungan kimia tersebut membuat sosor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Sosor bebek selain antitumor juga mempunyai sifat antiradang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat China kerap menggunakan sosor bebek sebagai ramuan untuk mengatasi masalah pencernaan, muntah darah, dan gangguan pada telinga ataupun tenggorokan.

Kemudian, sosor bebek juga digunakan untuk mengatasi trauma luka akibat kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini terutama dikarenakan sifat daun sosor bebek yang dingin.

Untuk asma Masyarakat di Kepulauan Bahama kerap menggunakan daun sejuk, sebutan sosor bebek, untuk mengatasi gangguan asma atau pernapasan. Lalu, teh sosor bebek diminum untuk mengatasi rasa seperti terbakar di bagian dada. Teh tersebut juga sebagai antibakteri bagi luka memar atau luka pada tangan. Sebenarnya, bagian yang sering digunakan sebagai ramuan obat adalah daunnya.

Namun, tak sedikit pula ramuan yang menggunakan seluruh tanaman sosor bebek. Hingga saat ini belum diberitakan akibat dari efek samping penggunaan sosor bebek.

Meski begitu, beberapa literatur menyarankan untuk tidak menggunakan ramuan tersebut pada orang yang mempunyai gangguan terhadap fungsi pencernaan. Adapun pada beberapa orang dengan kulit sensitif, penggunaan ramuan langsung pada kulit dapat berakibat gatal atau menimbulkan lepuhan.

Untuk itu, jika Anda ingin menggunakan sosor bebek sebagai ramuan obat, maka sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan ahli tanaman obat.

Beberapa ramuan praktis sosor bebek dari Ir Winarto, seorang ahli tanaman obat, berikut ini bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi beberapa keluhan.

Untuk penggunaan luar :

Luka Daun sosor bebek secukupnya diparut atau ditumbuk. Tambahkan sedikit air dan balurkan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Ganti setiap tiga jam sekali.

Perut mulas Beberapa helai daun dadap serep ditumbuk dengan beberapa lembar daun sosor bebek. Beri sedikit air. Kemudian balurkan ramuan tersebut pada perut.

Menurunkan demam Lumatkan daun sosor bebek, lalu balurkan pada dahi. Gunakan dua kali sehari.

Bisul atau memar Hancurkan 30-60 gram daun sosor bebek kemudian peras. Tambahkan madu dan diminum. Sisa daun ditempelkan pada bagian yang sakit.

Radang telinga luar Lumatkan 5-10 daun sosor bebek, peras. Airnya digunakan sebagai obat tetes telinga.

Radang amandel Lumatkan 5-10 daun sosor bebek. Ambil airnya dan gunakan sebagai obat kumur.

http://health.kompas.com
/

Jumat, 08 April 2011

Bawang Putih

Bawang Putih Atasi Hipertensi

Penulis: Lusia Kus Anna | Editor: Lusia Kus Anna
tpgimages

Kompas.com — Khasiat bawang putih dalam mencegah berbagai penyakit sudah lama menjadi perhatian para ilmuwan. Selain sebagai antikanker, ternyata bawang putih juga mampu mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

Para dokter di Austria merekomendasikan bawang putih sebagai tambahan selain obat medis untuk para pasien hipertensi. Mereka telah melakukan uji coba pada 50 pasien hipertensi untuk mengonsumsi suplemen bawang putih, selain juga tetap mengonsumsi obat-obatan medis.

Para pasien yang mendapat empat kapsul ekstrak bawang putih setiap hari memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan pil plasebo (pil yang tidak memiliki zat aktif).

Sebelumnya, penelitian juga telah membuktikan bahwa ekstrak bawang putih efektif menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi yang tidak tertangani.

"Suplemen bawang putih sudah lama dikaitkan dengan penurunan kadar tekanan darah. Dalam penelitian ini kami mencoba melihat manfaat ekstrak bawang putih sebagai terapi tambahan selain obat-obatan hipertensi dari dokter," kata Karin Ried, peneliti.

Kendati demikian, para peneliti menjelaskan bahwa suplemen bawang putih baru bisa dikonsumsi setelah mendapatkan saran dokter mengingat bawang putih bisa mengencerkan darah dan menimbulkan interaksi dengan beberapa obat-obatan medis.

Buah Merah

Buah Merah Bantu Atasi Malaria

Editor: TI Produksi
Z3tank's Blogsss
Buah Merah

Jakarta, Kompas - Minyak buah merah, Pandanus conoideus Lam, berpotensi sebagai antioksidan yang membantu mengatasi malaria parah. Namun, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut guna melihat efek toksisitas (racun).

”Radikal bebas meningkat pada kasus malaria falciparum. Terjadi penurunan level plasma antioksidan pada penderita falciparum malaria akut,” ujar Dr dr Susy Tjahjani, MKes, peneliti dari

Universitas Kristen Maranatha yang memaparkan studi tersebut dalam acara Simposium Nasional VI Litbangkes Kementerian Kesehatan bertajuk ”Merajut Karya Ilmiah, Peduli Kesehatan Bangsa”, beberapa waktu lalu.

Susy mencontohkan, dalam sebuah penelitian, anak di Nigeria yang menderita malaria, level plasma vitamin C mereka menurun dan level plasma lipid peroxide yang bertanggung jawab terhadap kerusakan jaringan dalam kasus malaria meningkat.

Rangkaian aktivitas parasit malaria, antara lain, menghasilkan serum, antara lain TNF-alfa, interleukin 6, ICAM1 yang berperan dalam terjadinya radikal bebas. Padahal, radikal bebas pada dasarnya merupakan racun bagi manusia. Radikal bebas tersebut berkontribusi meningkatkan parasitemia atau jumlah parasit dan mendorong terjadinya kerusakan jaringan.

Dalam studi yang dilakukan Susy dan rekan-rekannya, antioksidan dari buah merah dapat mengurangi respons biomolekuler yang berkaitan dengan malaria parah dalam dosis tertentu. Khasiat buah merah itu diujicobakan pada tikus yang menderita Berghei malaria sebagai model dari malaria falciparum pada manusia.

Buah merah mengandung senyawa karotenoid, tokoferol, betakaroten, alfa-tokoferol, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dan dekanoat. Kandungan itu dapat mengurangi radikal bebas dan menahan kerusakan jaringan. Dalam dosis tertentu, parasitemia menurun setelah diberikan buah merah. (INE)

http://health.kompas.com/


Sisik Naga

Sisik Naga, Cara Jitu Hentikan Sariawan

Editor: Asep Candra
Tanaman Sisik Naga

JAKARTA, KOMPAS.com — Jangan sepelekan sariawan. Gangguan ini menimbulkan nyeri sehingga biasa membuat penderitanya enggan makan. Namun, ada cara alami untuk mengatasinya, yakni sisik naga. Tanaman ini juga berkhasiat sebagai antiradang, analgesik, hemostatis, dan antitusif.

Secara umum, sariawan adalah penyakit berupa luka di mulut. Menurut Dr Setiawan Dalimartha, ada beberapa penyakit yang menyebabkan luka pada rongga mulut.

Sariawan gusi (Ginggivostomatitis plaut vincent) adalah salah satu jenis penyakit rongga mulut yang disebabkan kuman Bacillus ficiformis dan Borellia vincenti. Keberadaan kuman ini dapat menyebabkan seluruh gusi meradang. Batas antara gusi dan pipi akan penuh dengan bintik berupa luka kecil sebesar kepala jarum pentul dan secara makroskopik tampak sebagai garis putih.

Sariawan aftosa (Stomatitis aftosa), berupa luka dangkal dengan permukaan berwarna putih. Dimulai dari gelembung yang kemudian pecah meninggalkan suatu luka yang dangkal. Luka ini menimbulkan nyeri hebat meski tak disertai demam.

Penyebab Tak Jelas
Penyebab sariawan tak jelas. Namun, kata Dr Setiawan, beberapa bukti faktor penyebab, antara lain, kurangnya vitamin C dalam darah, trauma, alergi terhadap cabai, nanas, atau gangguan hormonal, semisal sewaktu haid atau stres.

Sariawan menyebabkan rasa nyeri pada mulut dan akan bertambah parah bila daerah sekitarnya tertarik karena pergerakan sewaktu mengunyah makanan. Sariawan memang akan sembuh sendiri dalam waktu kurang dari empat minggu, tetapi cenderung akan berulang. Untuk menghindarinya, disarankan menjauhi faktor penyebab, semisal makanan pencetus alergi.

Ada banyak herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan luka di sekitar mulut itu, salah satunya sisik naga. Sisik naga dalam pengobatan tradisional China sifatnya manis, sedikit pahit, dan dingin. Tanaman ini epifit atau menumpang pada pohon lain, tetapi bukan tergolong tanaman parasit karena dapat membuat makanan sendiri.

Tanaman bernama Latin Drymoglossum piloselloides ini merupakan tanaman Asia tropis. Biasa tumbuh liar di hutan, ladang, dan tempat lainnya pada daerah yang agak lembab, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Tanaman bernama daerah picisan (Sumatera) dan pakis duwitan (Jawa) ini tumbuh di batang dan dahan pohon. Akar rimpangnya panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, dan melekat kuat.

Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak pendek. Bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul dan berambut jarang pada permukaan bawah, serta berwarna hijau sampai kecoklatan. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga dinamakan picisan.

Mengandung Atsiri
Tanaman bernama China, Bao Shu Lian, ini khasiatnya sebagai antiradang, penghilang nyeri (analgesik), pembersih darah, penghenti perdarahan (hemostatis), memperkuat paru-paru, dan sebagai obat batuk (antitusif). Sisik naga juga mengandung minyak atsiri, sterol atau triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan gula.

Hasil penelitian yang dilakukan L Nuraini Susilowati di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada tahun 1988, ekstrak alkohol daun sisik naga mempunyai aktivitas menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Sementara ekstrak alkohol dan ekstrak airnya menghambat pertumbuhan Sreptococcus aerous.

Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan seluruh herba segar yang telah dikeringkan. Untuk obat minum, rebus 15-60 gram daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, gunakan air rebusan herba segar buat mencuci kudis, koreng, atau obat kumur bagi yang menderita sariawan atau radang gusi, seperti yang dilakukan Astra.

Cara penggunaan lainnya, giling herba segar hingga halus. Setelah itu bubuhkan ke tempat yang sakit, terutama untuk kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Daun tanaman yang diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar ini dapat digunakan untuk pengobatan gondong (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), disentri, kencing nanah, batuk, abses paru-paru disertai batuk darah, mimisan, berak darah, muntah darah, rematik, keputihan (leukore), dan kanker payudara.

Lima resep Bao Shu Lian:

1. Radang gusi (gingivitis)
Bahan: Daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih, lalu kunyah. Biarkan ampas tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang, lalu buang. Lakukan 3-4 kali sehari hingga sembuh.
2. Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Ambil airnya. Minum 3 kali sehari, masing-masing setengah gelas.
3. Sakit kuning (jaundice)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring. Ambil airnya. Minum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.
4. Sariawan
Bahan: Segenggam daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih, rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur selagi hangat.
5. Menghentikan perdarahan

Bahan: 30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu giling hingga halus. Setelah diperas, saring. Minum airnya. Lakukan 3 kali sehari hingga sembuh.

http://health.kompas.com/

Meniran

Tujuh Resep Meniran untuk Kesehatan

Editor: Asep Candra
tumbuhan meniran atau Phylantus niruri.

KOMPAS.com - Meniran sudah terbukti secara ilmiah ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain mengobati penyakit hepatitis, gangguan saluran pernapasan, kencing manis, penyakit kuning, dan diare.

Untuk memproses meniran menjadi obat, kata Dr. Setiawan Dalimartha, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT), bagian yang digunakan adalah herba segar atau yang telah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Cara pemakaiannya sederhana, untuk obat yang diminum, rebus 15-30 gram herba meniran kering atau 30-60 gram herba segar. Lalu, air rebusannya diminum.

Cara lain, tumbuk herba meniran segar, lalu peras. Air yang terkumpul diminum. Untuk pemakaian luar, cuci herba segar, lalu giling sampai halus. Bubuhkan bahan tersebut ke tempat yang sakit, kemudian dibalut.

Berikut beberapa ramuan meniran:

Ramuan 1 (untuk badan bengkak akibat radang ginjal)

Cara pemakaian: Cuci bersih 50 gr meniran segar, rebus dalam 3 gelas hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing ½ gelas, pagi, siang, dan malam.

Ramuan 2 (untuk batu saluran kencing)

Cara pemakaian: Cuci bersih masing-masing 30 gr meniran, daun sendok, dan tempuyung. Rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing 1 gelas, pagi dan sore.

Ramuan 3 (untuk nyeri sewaktu kencing)

Cara pemakaian: Cuci 30 gr meniran dan daun kumis kucing. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring dan minum masing-masing ½ gelas, pagi, siang, dan malam.

Ramuan 4 (untuk disentri)

Cara pemakaian: Cuci bersih 30-60 gr meniran. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

Ramuan 5 (untuk hepatitis)

Cara pemakaian: Cuci bersih 30-60 gr meniran, rebus dengan 3 gelas hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan setiap hari selama 1 minggu.

Ramuan 6 (untuk rabun senja)

Cara pemakaian: Cuci bersih 15-20 gr meniran, lalu ditim dengan 2 potong hati ayam. Setelah dingin, makan hatinya dan minum airnya.

Ramuan 7 (untuk rematik gout)

Cara pemakaian: Sediakan 1 sendok makan daun meniran segar dan 7 lembar daun kumis kucing, cuci sampai bersih. Rebus dengan dengan 1 gelas air hingga tersisa setengah gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.


http://health.kompas.com/

Pala

Biji Pala untuk Vitalitas Lelaki

Editor: TI Produksi
SHUTTERSTOCK
Buah pala menyimpan banyak kegunaan, sebagai pengawet, penyedap, pereda sakit, penenang, dan lainnya.

Indira Permanasari

Kekurangan gairah seksual dapat meresahkan dan mengganggu kehidupan laki-laki. Tak mengherankan, resep mujarab guna mengatasi masalah yang satu itu kemudian banyak dicari. Indonesia yang kaya beragam tumbuhan memiliki biji pala dan cabe jawa yang berpotensi meningkatkan gairah seksual.

Secara tradisional, biji pala (Myristica fragans Houtt) dan buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) telah lama digunakan masyarakat, khususnya pria, untuk meningkatkan gairah seksual bagi yang mengalami gangguan,” ujar Endang Avacuasiany dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Terdorong oleh kebiasaan sebagian masyarakat tersebut, Endang kemudian melakukan penelitian dan percobaan pendahuluan terhadap biji pala serta cabe jawa untuk efek afrodisiak (obat kuat).

Libido atau gairah seksual dapat diartikan sebagai perasaan yang disadari atas adanya dorongan seksual atau sensasi keinginan berhubungan seksual. Gairah seksual dapat timbul, misalnya, dengan melihat gambaran erotis, sensasi raba halus, atau suara lembut dalam suasana romantis.

Pada keadaan tersebut, otak mengirimkan sinyal ke pusat di medula spinalis, kemudian sampai kepada saraf perifer di daerah penis.

Hasil penelitian dan percobaan Endang sempat dipresentasikan dalam sebuah simposium bertajuk ”Merajut Karya Ilmiah, Peduli Kesehatan Bangsa”, beberapa waktu lalu.

Tanaman merambat

Secara tradisional, cabe jawa biasanya digunakan dengan cara dikeringkan dan digiling hingga menjadi bubuk untuk kemudian diseduh dengan air. Cabe jawa merupakan tanaman merambat yang biasanya ditanam di tanah yang tidak lembab dan banyak mengandung pasir di daerah dengan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Adapun biji pala merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia yang berasal dari Banda dan Maluku.

Percobaan Endang bertujuan membuktikan kebenaran penggunaan secara tradisional biji pala dan cabe jawa sebagai obat kuat sehingga membantu masyarakat yang mengalami masalah seksual. ”Masalah seksual yang dimaksud ialah meningkatkan gairah seksual. Namun, sejauh ini belum teruji untuk mengobati mereka yang impoten atau kesulitan ereksi,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, mencit dibagi menjadi enam kelompok perlakuan. Sebagian mencit diberikan ekstrak cabe jawa dan biji pala dengan dosis bervariasi. Ada pula mencit yang diberikan hormon testosteron dan selebihnya tidak diberikan apa pun. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah pengenalan (introducing) dan penunggangan (mounting) dari perilaku seksual mencit jantan setelah pemberian bahan uji selama 3, 5, 7, dan 10 hari.

Pengenalan pada mencit terlihat melalui perilaku mencit jantan yang mengejar-ngejar mencit lain. Adapun perilaku penunggangan terjadi saat mencit jantan menunggangi mencit betina. Pada akhir penelitian, mencit jantan dikorbankan dan lalu ditimbang bobot kedua testis. Data yang diperoleh lalu dianalisis. Hasilnya, terjadi perbedaan perilaku mencit yang menunjukkan peningkatan gairah seksual begitu memasuki hari kelima pemberian ekstrak. Mencit-mencit jantan menjadi lebih agresif.

Perhitungan penunggangan pada hari kelima dan ketujuh dengan pemberian ekstrak biji pala 250 mg per kg berat badan dan 500 mg per kg berat badan serta ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan terdapat perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan kelompok mencit dengan pemberian testosteron 3.60 mg per kg berat badan.

Demikian pula dengan pemberian ekstrak cabe jawa 500 mg per kg berat badan dan 750 mg per kg berat badan.

”Pemberian biji pala pada dosis rendah 250 mg per kg berat badan ternyata mampu pula meningkatkan kadar hormon testosteron. Namun, tidak pada pemberian dosis besar. Untuk biji pala, pemberian dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa kantuk walaupun gairah seksual meningkat,” ujarnya.

Dari percobaan dapat disimpulkan, ekstrak biji pala dan ekstrak cabe jawa memang meningkatkan gairah seksual pada mencit. Kekuatan peningkatan gairah seksual ekstrak pala lebih besar daripada ekstrak cabe jawa.

Kadar hormon

Endang mengatakan, cabe jawa mengandung zat piperin yang dapat meningkatkan kadar hormon gonadotropin dalam serum dengan cara menghambat umpan balik ke hipotalamus (bagian dari otak). Bahan alami itu juga memperkuat efek perangsangan feromon (zat yang berperan dalam rangsangan dan daya pikat seksual) terhadap sel neuron pelepas hormon perilis gonadotropin (GnRH). GnRH berperan dalam fungsi reproduksi laki-laki. Sedangkan biji pala mengandung eugenol yang dilaporkan mempunyai aktivitas vasodilator atau memperlebar pembuluh darah sebagai hasil dari relaksasi otot.

Dengan dosis yang dikerjakan sebesar 750 mg per kg berat badan, menurut Endang, tidak tampak efek racun berdasarkan pembedahan organ.

Berdasarkan penelitian tersebut, Endang berkeyakinan, biji pala dan cabe jawa memang berkhasiat seperti yang diyakini masyarakat. Namun, untuk penelitian serta uji klinis ke manusia, dibutuhkan penelitian lanjutan yang biayanya mahal. Studi lanjutan inilah yang menjadi tantangan untuk dilakukan....

http://health.kompas.com/